Mau Jadi Juragan Bitcoin? Cukup Main Game Ini

Mau Jadi Juragan Bitcoin? Cukup Main Game Ini

Mau Jadi Juragan Bitcoin? Cukup Main Game Ini Jakarta – Masih bingung soal konsep Bitcoin? Jangan khawatir, game ini datang untuk memahami cryptocurrency tersebut dengan cara yang menyenangkan.

Sebuah pengembang bernama 99 Game Studio membuat permainan simulasi mengenai cryptocurrency yang bernama Bitcoin Tycoon.

Konsep dari game ini sejatinya mirip dengan RollerCoaster Tycoon yang menantang pemainnya untuk membuat sebuah taman bermain.

Satu hal yang membedakan adalah objek yang dibangunnya, dikarenakan Bitcoin Tycoon mengharuskan para pemainnya untuk mendekorasi sebuah ruang bawah tanah dan mengisinya dengan segala perlengkapan untuk menambang Bitcoin.

Dalam Bitcoin Tycoon, para pemain akan kembali ke masa empat tahun silam, yaitu 2014, saat pergerakan pasar cryptocurrency sangat cepat bagi para investor awal.

Pemain pun diharuskan untuk mempelajari banyak hal dari para ‘tetua’ agar dapat menumbuhkan pemahaman mengenai segala hal di balik penambangan Bitcoin.

Setelahnya, mereka bisa membangun basis penambangan cryptocurrency, mengutak-atik hardware, hingga bergabung ke mining pool yang berbeda-beda.

Karena masih menjadi bagian dari Steam Early Access, belum terlalu banyak yang dapat dilakukan oleh pemain selain yang disebutkan sebelumnya.

“Versi awal dari game ini akan meliputi dasar-dasar dari sistem penambangan, seperti membangun PC, toko perangkat keras, serta mining pool,” ujar pengembang tersebut.

“Kami minta maaf jika game ini belum benar-benar selesai, hanya sekadar dapat dimainkan. Fitur save atau load pun masih belum tersedia. Mohon bersabar karena kami telah melewati separuh jalan dalam menyelesaikan sistem game ini,” katanya melanjutkan.

Ke depannya, mereka menambahkan, pengembangan akan dilakukan dari segala sisi, seperti sektor hardware, mulai dijalankannya situs pertukaran, serta dibangunnya jaringan cloud untuk penambangan.

Sebagaimana detikINET kutip dari Digital Trends, Kamis (8/3/2018), pihak 99 Game Studio sendiri berencana untuk merilis versi final dari Bitcoin Tycoon di Steam pada Mei mendatang. (fyk/fyk)

Ingin Hilangkan Bitcoin? Matikan Internet Seluruh Dunia

Ingin Hilangkan Bitcoin? Matikan Internet Seluruh Dunia

Ingin Hilangkan Bitcoin? Matikan Internet Seluruh Dunia Jakarta – Mata uang crypto atau cryptocurrency termasuk bitcoin akhir tahun lalu mencatatkan pergerakan nilai yang sangat tinggi. Namun memasuki awal 2018 nilai bitcoin mengalami penurunan, namun bitcoin tetap menjadi mata uang kripto yang memiliki kapitalisasi pasar tertinggi.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan menjelaskan bitcoin terhubung dengan seluruh rantai blok atau blockchain yang ada di dunia. Karena itu untuk mematikan bitcoin butuh usaha ekstra yakni mematikan seluruh jaringan internet di dunia.

“Salah satu cara mematikan bitcoin ya matikan seluruh internet di seluruh dunia. Meskipun satu server di jaringan masih jalan, ya masih akan berjalan normal,” kata Oscar dalam diskusi di IPMI International Business School, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Oscar menjelaskan, saat ini bitcoin diklaim sebagai aset digital dan tidak bisa dijadikan alat pembayaran untuk menggantikan rupiah. “Saya setuju pandangan Bank Indonesia (BI) yang memandang cryptocurrency tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran karena ada Undang-undang mata uang, transaksi memang wajib rupiah,” ujar dia.

Saat ini bitcoin tetap diminati sejumlah golongan yang memburu keuntungan. Pasalnya harga bitcoin sempat melambung tinggi hingga menyentuh US$ 18.900 per keping padahal pada 2011 lalu nilai bitcoin hanya sekitar Rp 100 ribuan.

Dia menjelaskan, bitcoin bisa disamakan dengan komoditas dan bukan sebagai alat pembayaran. “Kami tetap dukung regulasi BI untuk transaksi pembayaran di Indonesia, sama kan kalau di Indonesia kita membayar pakai dolar AS, Euro atau Yen ilegal namanya, karena yang legal hanya rupiah,” imbuh dia.

Oscar mengungkapkan, untuk digital aset ini, Jepang adalah salah satu negara yang otoritas keuangannya telah mengatur bursa perdagangan cryptocurrency ini. Hal ini bertujuan untuk memonitoring tindakan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Jadi memang ini hanya digital aset dan komoditas, saya tidak pernah minta ini disahkan jadi mata uang. Karena transaksi di Indonesia memang harus menggunakan Rupiah,” ujarnya. (dna/dna) 

 

Sumber : https://finance.detik.com/

Pria 19 Tahun Ini Akui Jadi Miliarder karena Bitcoin

Pria 19 Tahun Ini Akui Jadi Miliarder karena Bitcoin

Pria 19 Tahun Ini Akui Jadi Miliarder karena Bitcoin, Jakarta Uang elektronik yang dibuat pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto ini berhasil membuat dunia terhenyak.

Bagaimana tidak, bitcoin kerap dikabarkan melahirkan orang kaya baru dalam satu malam. Bak mimpi, hal ini juga terjadi pada pria yang baru berusia 19 tahun bernama Erik Firman.

Seperti dikutip oleh CNBC, Senin (12/2/18), Firman mulai membeli bitcoin di usia yang sangat dini yaitu 12 tahun. Berinvestasi pada umur tersebut, Firman mulai dengan US$ 1.000 atau sebesar Rp 13,48 juta.

Tepat di usia 18 tahun, Firman tercatat memiliki 401 bitcoin senilai US$ 3,4 juta atau seharga Rp 45, 86 miliar.

“Investasikan 10 persen pendapatanmu di cryptocurrency, terutama bitcoin. Saya pikir bitcoin merupakan cryptocurrency teraman pada saat ini,” ujar Firman.

Seperti dikutip oleh CNBC, Senin (12/2/18), Firman mulai membeli bitcoin di usia yang sangat dini yaitu 12 tahun. Berinvestasi pada umur tersebut, Firman mulai dengan US$ 1.000 atau sebesar Rp 13,48 juta.

Tepat di usia 18 tahun, Firman tercatat memiliki 401 bitcoin senilai US$ 3,4 juta atau seharga Rp 45, 86 miliar.

“Investasikan 10 persen pendapatanmu di cryptocurrency, terutama bitcoin. Saya pikir bitcoin merupakan cryptocurrency teraman pada saat ini,” ujar Firman.

Berkat Bitcoin, Pria Ini Bisa Beli Lamborghini Huracan

Satu lagi investor bitcoin yang menuai untung, yakni Peter Saddington. Kini ia bisa menikmati mengendarai sebuah lamborghini dari hasil investasi bitcoin miliknya.

Lamborghini Huracan keluaran tahun 2015, senilai US$ 200 ribu hanya dia tukar dengan 45 bitcoin senilai US$ 115 atau setara Rp 1,5 juta.

Melansir laman CNBC, Jumat (9/2/2018), Saddington awalnya berinvestasi 45 bitcoin pada 2011. Nilainya kala itu hanya US$ 115 atau Rp 1,5 juta.  Tak disangka, nilai bitcoin melonjak pada Desember 2017, mencapai Rp 260 juta per satu bitcoin.

Lulusan ilmu komputer dari Florida State inipun mengaku senang dengan keberuntungannya.”Sebagai seseorang yang suka mengambil risiko, bitcoin ini jelas sangat menantang,” kata Saddington.

Saddington yang kini menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) dari Vinki, sebuah start up yang menyediakan informasi tentang mobil bekas, masih bermain dalam mata uang digital tersebut. Bahkan dia memiliki 2 channel Youtube tentang mata uang digital.

Unggahan video Youtube tentang lamborghini kini sudah ditonton oleh 1,5 juta penonton.

Saddington mendapatkan lamborghininya dari diler mobil mewah, MotorCars, Georgia. General Manager (GM) dari MotorCars, Georgia, Brandon Saszi mengaku tak kaget akan pembelian kendaraannya dengan bitcoin tersebut.

Saya sudah di bisnis ini sejak lama dan tak ada satu hal pun yang mengejutkan saya. Satu hal yang kalian pasti pikirkan adalah, kalian pasti berharap bahwa Saddington adalah kalian,” kata dia.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com

Bitcoin is Back! Ini Katalis Pendorong Selanjutnya

Bitcoin is Back! Ini Katalis Pendorong Selanjutnya

Kabar24.com, JAKARTA – Bitcoin is back! Mata uang digital (cryptocurrency) paling populer ini melonjak menghampiri level US$12.000 pada Selasa (20/2).

Padahal awal bulan ini, bitcoin sempat merosot ke bawah US$6.000. Masa depan cryptocurrency pun diprediksi akan semakin terdorong naik ditopang beberapa faktor pendukung.

Menurut trader Brian Kelly, reli pada Selasa adalah buah dari sikap sejumlah regulator pemerintah yang lebih menerima keberadaan cryptocurrency.

Pemerintah Korea Selatan, yang sebelumnya menyatakan akan menindak perdagangan cryptocurrency, justru berbalik sikap menyatakan akan mendukung bahkan mendorong operasi cryptocurrency sepanjang dalam transaksi normal.

Tak hanya itu, pada Senin (19/2) waktu setempat, pemerintah Wyoming meloloskan Rancangan Undang-Undangcryptocurrency.

Dilansir CNN, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Wyoming dengan suara bulat telah menyetujui sebuah RUU yang membebaskan token utilitas dari undang-undang sekuritas. Hal ini menandai keberhasilan upaya untuk membuat negara bagian Amerika Serikat (AS) tersebut menjadi lingkungan yang menguntungkan bagi para startup blockchain.

“Sentimennya telah berubah. Menurut saya itu akan mulai membawa lebih banyak investor ke dalamnya,” kata Kelly dalam acara Futures Now CNBC.

Dan jika pelonggaran dalam hal peraturan oleh pihak regulator tersebut membawa semakin banyak investor ke bitcoin, mungkin akan ada lebih banyak pembeli yang mendorong harganya ke kisaran level US$12.000.

Bagi mereka yang ingin melakukan perdagangan, Kelly merekomendasikan melakukan pembelian bitcoin futures Cboe pada Maret di US$12.000 dengan target US$18.000. Namun mengingat bitcoin sangat fluktuatif, ia menetapkan titik aman di level US$10.000.

Bitcoin futures Cboe dan CME mencapai level tertingginya sejak 29 Januari dalam reli bitcoin pada Selasa, masing-masing naik 15% dan 16%, sesi terbaik mereka sejak mulai melakukan perdagangan pada Desember 2017.

Managing partner Fundstrat Global Advisors Thomas Lee, sebelumnya meyakini tahun ini akan menjadi tahun yang kuat untuk cryptocurrency. Tetapi, uang virtual besar dan terbilang mapan seperti bitcoin dan ethereum diperkirakan masih mendominasi.

Bitcoin Senilai Rp 6,3 Triliun Diborong Sosok Misterius

Bitcoin Senilai Rp 6,3 Triliun Diborong Sosok Misterius

Bitcoin Senilai Rp 6,3 Triliun Diborong Sosok Misterius Jakarta – Seorang anonim atau tak dikenal memborong ribuan Bitcoin hanya dalam dua kali transaksi, dengan nilai mencapai USD 467,4 juta.

User dalam sebuah platform pertukaran cryptocurrency itu telah membeli tak kurang dari 41.000 keping Bitcoin, membuat aset yang dimilikinya pada mata uang digital tersebut meningkat dari 55.000 koin menjadi 96.000 koin.

Menariknya, ia melakukan aksi pemborongan tersebut hanya dalam dua kali transaksi, dan dalam jangka waktu berdekatan, yaitu 9 dan 12 Februari. Diperkirakan, ia membeli Bitcoin kurang lebih sebanyak 32.000 keping pada 9 Februari dan sisanya dituntaskan pada hari berikutnya.

Dengan nilai Bitcoin yang saat ini berkisar pada angka USD 11.400 (Rp 154 juta), berdasarkan data dari Coindesk, maka diperkirakan total cryptocurrency yang dibelinya tersebut sudah bernilai USD 467,4 juta (Rp 6,3 triliun).

Berdasarkan data tersebut, maka sosok misterius ini berhasil meraup keuntungan sekitar USD 108,9 juta, dengan total pembelian berdasarkan nilai tertinggi di masing-masing hari pada 9 dan 12 Februari mencapai USD 358,5 juta.

Sedangkan untuk nilai total aset yang dimilikinya pada cryptocurrency saat ini berada di kisaran USD 1,09 miliar (Rp 14,8 triliun), seperti detikINET kutip dari Fortune, Selasa (20/2/2018).

Jumlah kekayaannya tersebut bahkan dapat membuatnya menyodok masuk ke sepuluh besar daftar orang pemilik aset cryptocurrency terbesar di dunia versi Forbes, mengalahkan nama-nama seperti Matthew Mellon, Brian Armstrong, dan Matthew Roszak yang secara berurutan berada di posisi 5, 6, dan 7.

Total nilai aset yang dimilikinya pun hanya terpaut sedikit dengan duo kembar Winklevoss, yang ditaksir memiliki kekayaan di cryptocurrency hingga USD 1,1 miliar.

Menariknya, ini bukan aksi pemborongannya yang pertama. Rekening yang dimiliki sosok misterius ini sempat menggembung hanya dalam waktu satu hari.

Pada 12 Desember 2016, ia hanya memiliki 0,246 koin, namun pada pagi hari berikutnya, rekening Bitcoin miliknya sudah berisi 48.627 koin.

Saat itu, nilai Bitcoin berada di kisaran USD 17.000, yang berarti ia sudah melakukan investasi sebesar USD 826,6 juta dalam sehari saja. (fyk/fyk)

 Sumber : https://www.detik.com/tag/bitcoin/
Cuma di Negara Ini Beli Jus Bisa Dapat Bitcoin

Cuma di Negara Ini Beli Jus Bisa Dapat Bitcoin

Cuma di Negara Ini Beli Jus Bisa Dapat Bitcoin Sydney – Jika proses trading dan menambang untuk menghasilkan Bitcoin terasa melelahkan, cara unik satu ini bisa jadi pilihan untuk mendapatkan salah satu cryptocurrency tersebut.

Sebuah perusahaan asal Australia mempunyai cara yang unik dalam memanfaatkan tren Bitcoin dan cryptocurrency lain di kalangan masyarakat.

Adalah Boost Juice, yang sesuai namanya menjual beragam varian jus, perusahaan yang membuat sebuah kompetisi dengan Bitcoin sebagai hadiahnya.

Dalam keterangan di situs resminya, mereka menyebut akan menyediakan 1 BTC tiap pekannya selama satu bulan. Untuk memenangkannya, tiap orang hanya perlu membeli produk jus mereka dan memasukkan kode khusus ke aplikasi milik Boost, yang tersedia di perangkat berbasis iOS maupun Android.

Agar kompetisi semakin semarak, mereka menyediakan daftar orang-orang yang sudah membelanjakan uang paling banyak untuk produk jus Boost di situs mereka agar dapat memenangkan satu keping Bitcoin.

Dalam menyelenggarakan kompetisi ini, perusahaan tersebut bekerja sama dengan Coinjar, salah satu platform pertukaran cryptocurrency di Australia.

Coinjar memungkinkan tiap user untuk membeli dan menjual sejumlah mata uang digital, yaitu Bitcoin, Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

Berdasarkan data dari Coindesk, nilai Bitcoin sendiri kini berada di kisaran USD 10.500 (Rp 142 juta), setelah sebelumnya sempat terpuruk sepanjang Januari dan semakin merosot pada awal Februari hingga berada di bawah USD 6.000.

Sedangkan untuk Ethereum, Ripple, dan Litecoin masing-masing memiliki nilai di kisaran USD 930 (Rp 12,6 juta), USD 1,1 (Rp 14.900), dan USD 210 (Rp 2,8 juta). (fyk/fyk)

Sumber : Detikcom