Pengguna Aktif Telegram Tembus 200 Juta, Kemungkinan Dipicu Komunitas Kripto

Pengguna Aktif Telegram Tembus 200 Juta, Kemungkinan Dipicu Komunitas Kripto

 

Pengguna Aktif Telegram Tembus 200 Juta, Kemungkinan Dipicu Komunitas Kripto Pada pengumuman resmi yang diunggah pada hari Kamis (22/2/18), pengguna aktif telegram tembus 200 juta orang di seluruh dunia. Pihak telegram bahkan membuat sebuah analogi atas capaiannya tersebut. Jika diandaikan Telegram adalah sebuah negara, maka Telegram adalah negara terbesar ke enam di dunia.

Aplikasi telegram, menjadi aplikasi messenger ideal untuk digunakan pengguna. Aplikasi besutan Pavel Durov ini telah banyak dikenal karena telah cukup memberi banyak kenyamanan untuk penggunanya. Bahkan sampai detik ini pun, aplikasi tersebut tidak pernah memuat satupun iklan di dalamnya.

Sebaliknya, pengguna aplikasi tersebut justru punya banyak kesempatan dan peluang untuk bisa menggunakannya sebagai media untuk mempromosikan produk, project, dan bahkan juga untuk komunitas dunia kripto.

Komunitas kripto juga tentu sudah cukup mengenal dan telah banyak yang menggunakan sebagai media komunikasi di Telegram. Terutama sejak dunia ICO (Initial Coin Offerings) kian booming di penghujung tahun 2017, Telegram telah menjadi satu opsi yang selalu dipilih oleh kreator ICO di seluruh penjuru dunia.

Startup-startup yang menggelar ICO tersebut, umumnya akan membuat channel khusus untuk dapat berinteraksi langsung dengan peserta dan calon peserta ICO. Beberapa media yang umum digunakan seperti Twitter, Slack, Medium, dan juga Telegram.

Dibandingkan dengan Slack, untuk membuat channel khusus, pegiat ICO haruslah membayar dengan nominal tertentu untuk membuat channel tersebut. Sedangkan di Telegram, channel itu sudah dapat dibuat secara gratis, bahkan tanpa ada batasan limit jumlah peserta. Hal inilah yang kemudian menjadi opsi paling tepat bagi para kreator ICO.

Sebut saja channel ICO milik Binance, di channel tersebut sudah bisa menampung 55 ribu user lebih. Channel ICO Birdchain dengan platform SMS B2C berbasis Blockchain, mempunyai 10,7 ribu user. Rata-rata channel-channel ICO lain juga memiliki jumlah ribuan user. Bukan hal yang tidak mungkin, bahwa pencapaian pengguna aktif telegram tembus 200 juta user tersebut, salah satunya karena dipicu dari komunitas kripto.

PREDIKSI HARGA BITCOIN 2018: AHLI MENGENAI CRYPTOCURRENCY BISA DIBATALKAN $ 30.000 OLEH AKHIR TAHUN

PREDIKSI HARGA BITCOIN 2018: AHLI MENGENAI CRYPTOCURRENCY BISA DIBATALKAN $ 30.000 OLEH AKHIR TAHUN

PREDIKSI HARGA BITCOIN 2018: AHLI MENGENAI CRYPTOCURRENCY BISA DIBATALKAN $ 30.000 OLEH AKHIR TAHUN Bitcoin dapat diatur untuk peningkatan nilai secara dramatis pada akhir 2018, pendiri dan ketua perusahaan investasi LDJ Capital, David Drake telah memperkirakan.

Berbicara tentang masa depan cryptocurrency setelah Pertemuan G20 Pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pada tahun 2018, ia mengatakan kepada Bloomberg bahwa itu adalah “musim dingin.” Pada akhir tahun, bagaimanapun, dia mengatakan harga bitcoin bisa mencapai $ 30.000.

Cryptocurrency sangat tinggi dalam agenda G20, tetapi para menteri tidak setuju dengan apa yang disebut Bloomberg sebagai “clampdown seragam pada mata uang.”
Pedesaan
“Saya akan mengatakan tahun ini adalah waktu Wall Street cryptocurrency dan … kami pikir cryptocurrency pada bitcoin akan bernilai $ 30.000 pada akhir tahun – itu terbatas,” kata Drake.

Mulai 1:05 siang EDT 25 Maret, harga bitcoin adalah sekitar $ 8,500.

Ini telah menjadi tahun penuh gejolak untuk cryptocurrency, yang nilainya melonjak dari sekitar $ 950 pada Maret 2017 hingga rekor tertinggi hampir $ 20.000 pada Desember 2017, seperti dilacak oleh CoinDesk.

Sumber : http://www.newsweek.com/bitcoin-price-predictions-2018-expert-valuation-cryptocurrency-859832

Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia

Bos Twitter: Bitcoin bakal Jadi Mata Uang Dunia

Bos Twitter: Bitcoin bakal Jadi Mata Uang Dunia

Bos Twitter: Bitcoin bakal Jadi Mata Uang Dunia Jakarta – Jack Dorsey, pendiri sekaligus CEO Twitter ini mengatakan, Bitcoin akan menjadi satu-satunya mata uang di dunia dalam sepuluh tahun mendatang.

Dalam sebuah wawancara, CEO dari Twitter ini tampak sangat yakin bahwa Bitcoin akan keluar dari dari tren buruknya dalam beberapa bulan terakhir ini. Nantinya, ia memprediksi bahwa mata uang digital tersebut akan benar-benar diterapkan dimana-mana

“Dunia akan memiliki sebuah mata uang tunggal, internet akan memiliki mata uang tunggal. Secara pribadi saya yakin itu akan menjadi Bitcoin. Mungkin hal tersebut akan terjadi dalam waktu sepuluh tahun, namun bisa lebih cepat dari itu,” ujarnya, seperti detikINET kutip dari Tech Crunch, Kamis (22/3/2018).

Pria yang juga menjabat sebagai CEO Square, perusahaan fintech asal Amerika Serikat ini berpendapat, bahwa seiring berjalannya waktu, Bitcoin akan menjadi lebih baik terutama mengenai teknologinya. Hal tersebut merujuk pada anggapan yang menyatakan cryptocurrency belum memiliki kapabilitas untuk menjadi mata uang yang efektif.

“Ini akan lambat dan mahal, namun dengan semakin banyaknya orang-orang yang memilikinya nanti, hal tersebut akan hilang dengan sendirinya. Dengan teknologi baru yang mampu menyokong blockchain lebih baik, Bitcoin akan lebih mudah untuk dijangkau,” kata Dorsey.

Dukungannya terhadap Bitcoin pun tidak hanya lewat kata-kata semata. Pekan lalu, pria pemilik akun Twitter @jack ini telah menginvestasikan USD 2,5 juta untuk Lightning Labs, startup yang fokus pada protokol bernama Lightning Network yang bekerja pada pembayaran melalui cryptocurrency, termasuk Bitcoin.

Selain itu, ia juga berniat untuk terus mendukung Bitcoin melalui Square yang menyediakan layanan metode pembayaran. Tahun lalu, Square Cash sudah menambahkan cryptocurrency tersebut dalam sistemnya, dan sudah dapat diaplikasikan oleh para user dari fintech yang didirikan oleh Jack Dorsey dan Jim McKelvey pada 2009 lalu. (fyk/rou)

5 Uang ‘Jaman Now’ yang Bikin Hidup Lebih Efisien

5 Uang ‘Jaman Now’ yang Bikin Hidup Lebih Efisien

Jakarta – Proses transaksi telah berevolusi dari tahun ke tahun sejak berabad-abad yang lalu. Dari dulu hingga sekarang manusia memiliki berbagai macam mata uang, mulai dari logam mulia seperti emas, perak, perunggu, uang kertas, kartu kredit dan sebagainya.

Saat ini kita mengenal crptocurrency sebagai bentuk mata uang yang paling ajib, contohnya Bitcoin. Jenis transaksi dari dulu pada akhirnya akan berganti karena tuntutan zaman.

Misalkan sistem barter. Sistem ini lebih cocok pada zaman dahulu karena dapat bertemu langsung dengan lawan barter, pada zaman sekarang system barter masih digunakan tetapi dilakukan melalui aplikasi chatting dan tidak dilakukan dengan cara bertemu secara langsung.

Begitu pula emas dan perak, zaman sekarang orang-orang pasti lebih memilih sesuatu hal yang praktis salah satunya udang kertas.

Sampai saat ini uang kertas atau uang logam atau disebut juga uang tunai menjadi dominan karena kepraktisannya. Seiring berkembangnya zaman, masyarakat sekarang lebih menyukai melakukan transaksi nontunai dibandingkan uang tunai.

Di Indonesia sekarang ini terdapat 5 uang kekinian yang menjadi alat transaksi di masyarakat selain uang tunai:

1. Kartu Kredit
Kartu kredit pertama kali muncul di kisaran tahun 1940-an, kartu kredit ini menjadi suatu femomena zaman yang secara radikal mengubah semua sendi kehidupa masyarakat. Kartu kredit yang berbasis uang pinjaman dari penerbit kartu yaitu bank, kartu kredit menjadi uang tunai untuk bertransaksi dan menjadi mata uang baru yang bisa digunakan orang untuk berbelanja barang.

Kartu kredit telah menjadi alat transaksi nontunai paling pupoler di dunia. Pemilik kartu kredit sudah mencapai ratusan juta orang di seluruh dunia, tak kurang dari 200 juta pemilik kartu kredit terdapat di Amerika Serikat (AS), sedangkan di Indonesia jumlah pemilik kartu kredit relatif stabil dari tahun ke tahun dengan tidak lebih dari 20 juta kepemilikan kartu kredit di seluruh Indoneisa.

2. Kartu Debit
Seiring berjalannya waktu masyarakat lebih nyaman melakukan transaksi menggunakan kartu debit perbankan, lain hal dengan kartu kredit yang berbasis uang pinjaman saat ini Bank Indonesia (BI) sedang menawarkan berbagai benefit untuk mendorong nasabahnya bertransaksi menggunakan kartu debit.

Untuk bank, semakin sering pemilik kartu bertransaksi menggunakan debit semakin sering pula nasabahnya menabung dananya di rekening mereka. Menurut data di BI sekitar 158,38 juta kartu per Januari 2018 di Indonesia. Jumlahnya sangat wajar karena semua nasabah tersebut diberikan fasilitas seperti kartu debit atau ATM dari bank.

3. E-Money
Hari gini siapa sih yang nggak punya e-money atau uang elektronik di dompetnya? Apalagi buat mereka yang tinggal di daerah perkotaan dan sering menggunakan fasilitas umum seperti KRL atau jalan TOL.

Penggunaan uang elektronik ini semakin luar biasa karena sejak akhir tahun 2017 yang lalu, PT Jasa Marga telah mewajibkan penggunaan e-money di semua ruas jalan tol.

E-money ini tidak hanya digunakan untuk keperluan transportasi tetapi juga bisa digunakan untuk berbelanja di merchandise atau membayar tagihan seperti menggunakan kartu debit atau kredit.

4. Go-Pay dan Grab-Pay
Ini dia salah satu alat transaksi nontunai yang jaman now yaitu adalah Go-Pay. Go-Pay sekarang ini sedang dikembangkan secara agresif oleh Go-Jek, jika dulu Go-Pay hanya bisa digunakan untuk membayar driver, sekarang Go-Pay bisa digunakan untuk membeli pulsa, membeli makanan, antar barang, dan jasa-jasa lainnya yang diberikan Go-Jek.

Go-Jek menilai, sekitar 30% transaksi uang elektronik di Indonesia telah dikontribusikan oleh Go-Pay. Hal yang sama dilakukan oleh Grab-Pay, walau belum seluas Go-Pay, Grab-Pay akan mengekspansif transaksi nontunai ini

5. Bitcoin
Ini dia mata uang dari digital cryptocurrency yang menjadi bintang ialah Bitcoin. Bitcoin mengguncang masyarakat dunia karena nilainya yang meningkat sampai beribu-ribu persen.

Masyarakat sekarang sedang beramai-ramai membeli Bitcoin sebagai ajang untuk memperoleh keuntungan. Awalnya Bitcoin muncul hanya untuk alat transaksi biasa seperti uang kertas tetapi Bitcoin dalam bentuk digital.

Saat ini penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi nontunai terbatas karena tidak semua negara mengizinkan memakai uang digital ini.

Nah dari 5 uang kekinian tersebut yang manakah uang kekinian yang anda pakai?

Sumber : https://finance.detik.com/

Bitcoin Meroket Jelang Pertemuan G20 di Argentina

Bitcoin Meroket Jelang Pertemuan G20 di Argentina

Bitcoin Meroket Jelang Pertemuan G20 di Argentina Aksi jual cryptocurrency pada akhir pekan lalu telah mereda, dengan saham Bitcoin yang menguat dari level terendah selama enam minggu sebelum para menteri keuangan Group of 20 dan gubernur bank sentral mendiskusikan aset digital di Buenos Aires.

Bitcoin diperdagangkan pada $8.235 pada pukul 11:20 pagi di Hong Kong, naik 12% dari level rendah yang dicapai akhir pekan lalu, menurut harga di Bitstamp. Rival koin Ripple dan Ethereum juga beranjak dari kerugian mereka akhir pekan.

Para investor mengamati pertemuan G-20 Minggu ini untuk mengetahui tanda-tanda adanya pembatasan yang terkoordinasi oleh para regulator, yang telah meningkatkan pengawasan aset digital dalam beberapa bulan terakhir di tengah kekhawatiran mulai dari aksi pencucian uang hingga penghindaran pajak dan aksi kecurangan. Sementara itu, cryptocurrency di saat ini terlalu kecil sebagai kelas aset untuk menimbulkan risiko sistemik terhadap sistem keuangan, yang mungkin berubah seiring ruang tersebut melanjutkan evolusinya yang cepat, Mark Carney, ketua Financial Stability Board, mengatakan dalam sebuah surat kepada para pemimpin keuangan G-20 yang diterbitkan Minggu.

“Kekhawatiran terbesar yang dimiliki regulator hanya karena mereka tidak menginginkan para investor yang tidak menaruh curiga untuk terjebak dalam sesuatu yang tidak mereka kenal sebelumnya, jadi mereka selalu berhati-hati,” Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia Pasifik bersama Oanda Corp., mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dari Singapura, sebagaimana dikutip dari Fortune, Senin (19/3/2018).

Sementara itu, investor perorangan telah mencari peluang untuk “membeli penurunan,” tutur Innes.

“Saya tidak berpikir bahwa mentalitas akan segera berhenti dalam waktu dekat. Saat ini, pasar petunjuk yang digunakan untuk dukungan adalah sekitar $7.500 dan $11.000 pada di sisi atas,” pungkasnya.

Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read174274/bitcoin-meroket-jelang-pertemuan-g20-di-argentina.html

Bitcoin Indonesia Rebranding Jadi Indodax, Ada Apa?

Bitcoin Indonesia Rebranding Jadi Indodax, Ada Apa?

Bitcoin Indonesia akan berganti nama menjadi Indodax, kepanjangan dari Indonesia Digital Asset Exchange per hari Rabu, 14 Maret 2018. Alamat website juga akan diganti ke Indodax.com mulai Senin, 26 Maret 2018. Saat ini, website tetap dapat diakses melalui alamat Bitcoin.co.id.

Berdasarkan keterangan CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan, perubahan nama ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan support yang lebih banyak lagi ke berbagai digital asset. Tidak ada yang berubah dalam hal struktur perusahaan maupun transaksi dari member Bitcoin.co.id.

“Semua operasional berjalan normal seperti biasa,” tulis Oscar melalui akun Instagram bitcoincoid pada Senin, (12/3/2018).

Selain perubahan nama dan website, pada tanggal 14 Maret 2018 logo Bitcoin.co.id akan berubah menjadi kombinasi antara logo Indodax dan Bitcoin.co.id. Selanjutnya, pada tanggal 14—25 Maret 2018 alamat website tetap diakses melalui alamat bitcoin.co.id. Barulah, pada tanggal 26 Maret 2018 alamat website akan berubah menjadi Indodax.com.

Setelah pergantian alamat domain selesai, alamat Bitcoin.co.id tetap bisa dibuka dan akan dialihkan ke Indodax.com. Sementara itu, Mobile app Dompet Bitcoin dan Bitcoin.co.id Trading Platform tetap bisa digunakan seperti biasa. Pihak Bitcoin akan memberitahukan jika nama aplikasi tersebut telah berubah.

Untuk developer yang menggunakan API, alamat endpoint domain bitcoin.co.id untuk akses API tetap bisa digunakan seterusnya. Namun, pihak Bitcoin sangat menyarankan untuk memindahkan endpoint API ke domain yang baru (setelah tanggal 26 Maret 2018).

Catatan-catatan penting berkenaan dengan pergantian nama tersebut yakni sebagai berikut.

  1. Rekening Bank belum ada perubahaan sampai ada pengumuman berikutnya.
  2. E-mail support masih bisa dilakukan melalui support@bitcoin.co.id; rupiah@bitcoin.co.id; coin@bitcoin.co.id; member-data@bitcoin.co.id; verification@bitcoin.co.id; limit@bitcoin.co.id
  3. Akun sosial media resmi, yakni Twitter: @indodaxOfficial; Instagram: @bitcoincoid; Youtube: Bitcoin Indonesia (https://www.youtube.com/channel/UC8uYnlRXt__92AUhLWLWgFw); Facebook Fanpage: @indodax (https://www.facebook.com/indodax/); Blog: blog.bitcoin.co.id; Google Plus Page: https://plus.google.com/u/3/+BitcoinIndo

 

Sumber :  https://m.wartaekonomi.co.id