Bitcoin Kembali Menguat, Ini Sebabnya

Bitcoin Kembali Menguat, Ini Sebabnya

Bitcoin Kembali Menguat, Ini Sebabnya TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK – Bitcoin kembali menguat mendekati 9.436 dolar AS pada Selasa (24/4/2018) waktu setempat, atau melonjak 20 persen dari minggu lalu.

Berdasarkam data Coindesk, Bitcoin akhirnya kembali beranjak setelah tiga bulan belakangan hampir kehilangan nilai hingga 48 persen.

Pasar keuangan lainnya justru bergerak ke arah berlawanan seiring dengan meningkatnya suku bunga 10 tahun US Treasury menjadi 3 persen.

Dikutip dari CNBC, rekanan dari Block Chain Capital Spencer Bogart mengaatakan, Bitcoin merupakan alternatif menggiurkan bagi investor yang memerhatikan isu-isu makroekonomi beberapa minggu belakangan ini.

“Bitcoin tidak berkorelasi dengan aset tradisional lain, sehingga dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Goldman Sachs melakukan investasi cryptocurrency pertamanya, dan hasil survei Thomson Reuters yang dipublikasikan pada hari Selasa (24/4/2018) waktu setempat menunjukkan satu dari lima perusahaan mulai mempertimbangkan untuk melakukan trading dengan mata uang digital tahun depan.

Menurut CEO BitBull Capital Joe DiPsquale, hal inilah yang mendorong pergeseran nilai dan harga.

“Setelah semakin banyak pemberitaan mengenai perusahaan yang berpartisipasi dalam pasar crypto, valuasi bitcoin akan terus meningkat secara stabil,” ujarnya.

“Telah terjadi pergeseran sentimen terhadap cryptocurrency ke arah yang lebih positif, ditandai dengan harga Bitcoin yang melonjak dibanding minggu lalu,” tambahnya.

Managing Partner dan Head of Research dari Fundstrat Global Advisors Tom Lee mengatakan berita mengenai Goldman merrupakan angin segar bagi masa depan cyptocurrency.

“Hal ini menandakan bak investasi besar sudah mulai melihat adanya kejelasan dan aliran uang dalam layanan transaksi jenis ini,” ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Bitcoin Kembali Menguat, Ini Sebabnya, http://jogja.tribunnews.com/2018/04/25/bitcoin-kembali-menguat-ini-sebabnya.

Editor: Ari Nugroho

Perdagangan Bitcoin di Venezuela Tembus Rp 13,7 Miliar Per Hari

Perdagangan Bitcoin di Venezuela Tembus Rp 13,7 Miliar Per Hari

PERDAGANGAN BITCOIN di Venezuela Tembus Rp 13,7 Miliar Per Hari NEW YORK, KOMPAS.com – Volume perdagangan mata uang kripto bitcoin di Venezuela menembus rekor baru, yakni mencapai 1 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 13,7 miliar per hari. Ini terjadi lantaran warga beralih ke mata uang kripto karena mata uang bolivar melemah secara dramatis. Dikutip dari Block Explorer, Jumat (20/4/2018),

menurut data platform perdagangan LocalBitcoins yang dilansir dari Bloomberg, perdagangan bolivar ke bitcoin mencapai volume 1,006 juta dollar AS pada awal pekan ini. Lonjakan tersebut terjadi karena inflasi di Venezuela meroket ke level 8.900 persen secara tahun kalender. Pemerintah Venezuela tak lagi merilis data inflasi. Sehingga, platform seperti LocalBitcoin memberikan data harga secara efisien untuk bolivar, yang nilainya terus menurun secara harian. Setelah membeli bitcoin, warga Venezuela kerap menjualnya kembali dalam mata uang dollar AS. Di pasar gelap Venezuela, dollar AS saat ini adalah mata uang utama. Sejumlah warga pun menjadikan bitcoin sebagai mayoritas aset likuid mereka. Warga hanya menjualnya dalam bolivar ketika mereka harus membeli barang kebutuhan. Pemerintah Venezuela pun menjadikan mata uang kripto sebagai solusi atas bencana ekonomi yang dialami saat ini. Mata uang kripto bernama Petro pun diluncurkan beberapa waktu lalu, didukung oleh cadangan minyak yang dimiliki Venezuela. Pemerintah menyatakan Petro bakal menjadi alat pembayaran yang sah untuk seluruh tansaksi pemerintahan dalam beberapa bulan ke depan. Ini membuat lembaga-lembaga pemerintah menerima pembayaran dengan token. Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengklaim bahwa penerbitan koin perdana (ICO) Petro yang dimulai pada Januari 2018 lalu telah meraup dana lebih dari 5 miliar dollar AS. Akan tetapi, sebagian besar analis independen meragukan angka tersebut. Saat ini pun tidak ada bukti bahwa Petro telah meraup dana.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perdagangan Bitcoin di Venezuela Tembus Rp 13,7 Miliar Per Hari”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/20/133300826/perdagangan-bitcoin-di-venezuela-tembus-rp-13-7-miliar-per-hari.
Penulis : Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko

7 ARTIS INDONESIA YANG BERINVESTASI DI BITCOIN.CO.ID

7 ARTIS INDONESIA YANG BERINVESTASI DI BITCOIN.CO.ID

7 ARTIS INDONESIA YANG BERINVESTASI DI BITCOIN.CO.ID Hi bro, beberapa tahun belakangan ini bitcoin semakin populer di kalangan masyarakat, dari yang muda sampai yang tua berlomba lomba untuk melakukan jual beli mata uang digital ini. Bitcoin adalah mata uang digital yang lahir pada tahun 2009 silam dan diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Saat awal kemunculannya, bitcoin tidak dikenal oleh masyarakat luas dan dianggap barang yang tidak berharga, pada saat itu bitcoin berharga hanya kisaran $0.0007 atau tidak sampai 10 rupiah.
 
Bisa dibayangkan berapa persen kenaikan bitcoin? Andai pada tahun 2009 kita membeli bitcoin dengan Rp. 10.000 rupiah saja dan menyimpan hingga sekarang, sudah menjadi cukong kita 😀
 
Ternyata dari kalangan artis juga berminat dalam bisnis investasi bitcoin, admin iseng – iseng cari di google beberapa artis yang mendaftar Indodax / bitcoin.co.id, ternyata ada beberapa yang admin temukan. Foto artis ini adalah saat mereka melakukan verifikasi akun bitcoin co id. Fungsi verifikasi sendiri adalah untuk keamanan akun dan memastikan pemilik akun benar-benar sesuai dengan identitas, selain itu verifikasi wajib dilakukan jika kita hendak melakukan deposit atau penarikan rupiah melalui Bank.
 
Berikut ini beberapa Artis yang sudah melakukan verifikasi bitcoin co id / INDODAX :
 
1. Luna Maya
 
 
Siapa yang tak kenal dengan Luna Maya? Artis cantik ini ternyata gemar berinvestasi juga. 1 pertanyaan. Apa yang kalian ingat soal Luna Maya? :D, kalo admin sih tentu saja senyumannya 😛
 
2. Ryan Delon


 
Kalau ada yang mau tau wajah admin blog ini, kira-kira mirip si abang inilah wajahnya. 11:12, susah dibedakan. 🙂
 

3. Ivan Gunawan

 
Ivan gunawan benar – benar multi talenta, selain menghibur dengan lawakannya, dia juga seorang designer hebat. Ternyata bang Ivan juga berinvestasi bitcoin. 



4. Gisela Cindy

 
Gisela Cindy adalah adik dari artis Gracia Indri, sudah 5 tahun menetap di kanada, mungkin di Kanada bitcoin juga menjadi target berinvestasi karena harganya yang terus merangkak naik.
 
5. Gracia Indri


 
Sama seperti adiknya, Gracia Indri juga melakukan verifikasi bitcoin co id.
 
6. Irfan Hakim
 
 
Bagi penggemar D’academy pasti sangat mengenal artis yang satu ini, dan sepertinya foto verifikasi di atas diambil di sela-sela syuting D’Academy 😀
 
7. Syahnaz Sadiqah


 
Artis cantik kelahiran 30 Oktober 1993 ini ternyata sudah melakukan verifikasi beli bitcoin di Bitcoin co id, selain muda dan berbakat, adik dari artis Raffi Ahmad ini juga tidak mau ketinggalan dalam berinvestasi lewat bitcoin.
Sumber : https://bonbitcoin.blogspot.co.id/2017/12/7-artis-indonesia-yang-berinvestasi-di.html
Pakar Bitcoin Internasional Siap Serbu Jakarta

Pakar Bitcoin Internasional Siap Serbu Jakarta

PAKAR BITCOIN INTERNASIONAL SIAP SERBU JAKARTA Jakarta – Geliat Bitcoin di Indonesia bakal semakin menjadi-jadi. Pasalnya, pakar otoritas di bloсkchain, kepala ICO, spesialis blockchain, hingga investor dan penambang mata uang kripto dari seluruh dunia akan berkumpul di Jakarta.

Mereka akan bergabung dengan 1.500 peserta dari 20 negara dalam ajang #CryptoEvent yang digelar pada 11-12 Mei 2018. Inisiator konferensi ini adalah perusahaan CryptoEvent dari Rusia, penyelenggara acara blockchain massal di Eropa dan Asia.

“Teknologi Blockchain menjanjikan transparansi dan efisiensi, yang membawa hasil positif. Dengan dukungan dari pemerintah, industri dan masyarakat, kami pikir hanya masalah waktu sampai teknologi blockchain banyak digunakan di seluruh bangsa,” kata Nikolay Volosyankov, CEO CryptoEvent, dalam keterangannya, Jumat (13/4/2018).

Kenapa Jakarta yang Dipilih?

Menurut laporan dari International Decentralized Association of Cryptocurrency and Blockchain (IDACB), Jakarta merupakan salah satu dari 10 crypto-capital tertinggi di dunia.

Peringkat ini, katanya, disusun oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) berdasarkan penelitian terkait mata uang digital di seluruh dunia.

Jakarta dinilai sebagai kota yang telah menciptakan ekosistem untuk perdagangan, pertukaran kripto (crypto-exchanges), penambangan dan ICO (Initial Coin Offering). Namun Pemerintah Indonesia masih bersikap skeptis terhadap perkembangan mata uang digital ini.

Bank Indonesia (BI) menegaskan virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kendati demikian, Pemerintah membebaskan masyarakat menggunakan uang digital menjadi alat investasi dengan risiko ditanggung sendiri.

Sejak pertama kali hadir, teknologi mata uang virtual yang ditandai dengan kemunculan Bitcoin pada 2009 ini telah mengalami perkembangan yang amat pesat di seluruh dunia.

Komunitas bisnis pun menunjukkan minat yang semakin besar akan peluang baru ekonomi digital. Untuk menguak berbagai potensi dan solusi terkait mata uang kripto, CryptoEvent menggelar konferensi di Indonesia.

Pakar Bitcoin Internasional Siap Serbu IndonesiaFoto: CryptoEvent akan digelar di Jakarta 11-12 Mei 2018

Acara konferensi #CryptoEvent ini akan dihadiri oleh keseluruhan komunitas cryptocurrency mulai dari pakar otoritas di bloсkchain, kepala ICO, spesialis blockchain, hingga investor dan penambang. Secara total, acara #CryptoEvent ini akan mempertemukan 1500 peserta dari 20 negara.

Lebih dari 30 ahli blockchain akan menyampaikan pidato mereka: CEO perusahaan di seluruh dunia, pemilik platform blockchain inovatif, proyek ICO terbesar, pengacara, dan analisis blockchain.

Delegasi akan membahas masa depan uang digital, aspek hukum uang digital di berbagai negara, ICO, transformasi ICO-marketing dan keamanan informasi.

Workshop akan diadakan di dua aula: Red Hall dan Green Hall. Tema atau materi yang dibawakan adalah investasi dalam mata uang kripto, ramalan masa depan, pilihan strategi investasi dan ICO.

Beberapa pembicara telah mengkonfirmasi partisipasi mereka. Di antaranya adalah Oscar Darmawan, Pendiri & CEO dari Indonesia Digital Asset Exchange; Fakhrul Razi A.B., CEO & Pendiri Pinkexc Sdn Bhd; Łukasz Żeligowski (Polandia), CEO easyMINE; Robert Ryu, Co-founder dan Chief Strategy Officer Tristar Ventures dan lainnya.

Peserta konferensi akan memiliki kesempatan untuk melihat presentasi proyek ICO di Red Hall pada 12 Mei 2018. Konferensi ini juga akan menampilkan pameran dari perusahaan uang digital, dengan lebih dari 50 booth.

Berbagai jenis perusahaan akan tampil di sini seperti dana investasi, proyek ICO, pemasok peralatan pertambangan, layanan untuk perdagangan, konsultasi dan perusahaan pemasaran, platform blockchain dan organisasi terkait lainnya. (rou/fyk)

Sumber : https://inet.detik.com/cyberlife/d-3970614/pakar-bitcoin-internasional-siap-serbu-jakarta?_ga=2.197100396.1500063971.1524040588-2071871000.1515378817

Hasil Studi: Bitcoin Halal Sesuai Syariat Islam

Hasil Studi: Bitcoin Halal Sesuai Syariat Islam

Hasil Studi: Bitcoin Halal Sesuai Syariat Islam Jakarta – Sebuah hasil studi menyebutkan, Bitcoin sesuai syariat Islam. Hasil studi ini membuka potensi pasar Bitcoin lebih luas menjangkau 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia.

Studi yang dilakukan oleh Muhammad Abu-Bakar dari Blossom Finance di Indonesia, fokus meneliti apakah Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sesuai dengan definisi uang dalam syariat Islam. Hasil penelitian tersebut lantas mendongkrak nilai tukar Bitcoin hingga USD 1.000 dalam kurun satu jam saja setelah hasil studi dirilis.

“Sejumlah fatwa yang dikeluarkan lembaga muslim ternama memberikan opini yang tidak lengkap dan kontradiktif terkait topik ini,” kata CEO Blossom Finance Matthew Martin menyebut latar belakang dilakukannya studi tersebut oleh lembaganya.

“Dengan semua kebingungan di luar sana, kami ingin menawarkan panduan jelas yang didukung oleh riset lengkap yang akan berguna baik bagi masyakat umum maupun para praktisi di bidang finansial syariah” sambungnya, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (14/4/2018).

Penelitian ini juga merujuk pada fakta bahwa Bitcoin sudah diakui sebagai mata uang legal di Jerman, dan karenanya memenuhi syarat halal di negara tersebut.

“Bitcoin diizinkan karena dinilai berharga dalam perdagangan global dan diterima sebagai pembayaran di berbagai merchant atau pedagang,” tulis studi tersebut.

Melalui situs dan akun Twitternya, Blossom Finance mempublikasikan hasil studinya ini agar bisa diakses publik.

Swedia menjadi negara pertama yang menyelesaikan hutang melalui Bitcoin

Swedia menjadi negara pertama yang menyelesaikan hutang melalui Bitcoin

Swedia menjadi negara pertama yang menyelesaikan hutang melalui Bitcoin Sementara pedagang di seluruh dunia menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran, pemerintah pada umumnya lebih berhati-hati dan konservatif dalam hal ini. Namun, laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa pejabat dari Swedish Enforcement Agency telah melunasi hutang yang tertunda menggunakan mata uang digital.

Dalam sebuah pernyataan pers baru-baru ini, Johannes Paulson, yang bertanggung jawab atas pengembangan operasi di Swedish Enforcement Authority menyebutkan bahwa: “Anda menemukan aset tidak hanya di jalan masuk atau ruang tamu, tapi juga di internet. Kami terbiasa menangani sistem perbankan. Ini adalah aset lain, dan cara tertentu untuk memastikan jenis akses yang belum pernah kami miliki sebelumnya. ”

Namun, walaupun sangat mungkin bagi pemerintah Swedia untuk terus menerima Bitcoin karena menyelesaikan berbagai bentuk hutang, penting untuk menunjukkan bahwa koin tidak akan tetap ada dalam kepemilikan mereka. Melainkan, mereka akan dilelang dan dijual ke penawar tertinggi. Paulson melanjutkan pernyataannya yang mengatakan bahwa: “Ini juga membuka kesempatan bagi publik untuk melakukan penawaran murah di Bitcoin, karena mata uang digital akan dijual ke penawar tertinggi dalam lelang online.”

Menurut pihak berwenang, alasan utama mengapa koin-koin itu terjual habis adalah bahwa saat ini, negara tidak memiliki infrastruktur yang memungkinkan mereka menyimpan Bitcoin sebagai tabungan, walaupun mereka menginginkannya. Sulit bagi pemerintah untuk masuk ke dompet Bitcoin, dan menyita koin. Dalam kasus ini, debitur telah sepakat untuk mentransfer hutang yang tertunda lebih dari 0,6 BTC kepada pihak berwenang sendiri.

Sumber : https://kabarcoin.com/swedia-menjadi-negara-pertama-yang-menyelesaikan-hutang-melalui-bitcoin/